Mak Icah tidak pernah membayangkan benjolan kecil di wajahnya akan berubah menjadi kanker ganas yang kini menggerogoti hampir setengah wajahnya. Selama lebih dari satu tahun, penyakit itu terus berkembang hingga menyebabkan luka besar yang membengkak, berdarah, dan terinfeksi. Kini Mak Icah kesulitan melihat, kesulitan beraktivitas, dan harus menahan rasa sakit yang datang setiap saat. Kondisinya semakin mengkhawatirkan karena kanker terus menyebar tanpa pengobatan yang memadai.
Setiap hari Mak Icah tetap berusaha bertahan hidup dengan berjualan kacang keliling. Namun kondisi wajahnya membuat banyak orang menjauh karena takut atau tidak tega melihat luka yang dideritanya. Penghasilannya yang hanya sekitar Rp10.000 per hari bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan, apalagi biaya berobat. Saat dagangan sepi, Mak Icah terpaksa mencari barang bekas di tempat sampah untuk menyambung hidup. Di tengah rasa sakit yang tak pernah berhenti, Mak Icah hanya bisa berharap kanker yang menggerogoti wajahnya tidak lebih dulu merenggut nyawanya sebelum ia sempat mendapatkan pengobatan kembali.
Saat ini Mak Icah sangat membutuhkan bantuan untuk melanjutkan pemeriksaan, pengobatan, perawatan luka, dan tindakan medis yang direkomendasikan dokter. Tanpa penanganan segera, kanker yang dideritanya berisiko menyebar ke organ penting dan membahayakan keselamatannya. Mari bersama menjadi harapan bagi Mak Icah. Ulurkan tangan terbaikmu dan ajak #KawanKebaikan lainnya untuk membantu Mak Icah mendapatkan kesempatan sembuh dan hidup lebih layak. Donasi sekarang, sebelum terlambat.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |