Bu Dewi sedang berjuang melawan tumor ganas di pipinya yang terus membesar hingga sebesar bola basket. Rasa sakit, perih, dan panas terus ia rasakan, terutama ketika benjolan tersebut meradang. Bu Dewi sebenarnya pernah menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit di Bandung, tetapi pengobatannya harus terhenti karena keterbatasan biaya.
Kini, Bu Dewi tetap berusaha mencari nafkah dengan berjualan kerupuk dorokdok sambil mengantar anaknya sekolah. Suaminya hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Dari jualannya, Bu Dewi hanya mendapatkan sekitar Rp10–15 ribu sehari, sementara kebutuhan keluarga terus berjalan. “Saya ingin lanjutkan pengobatan, Bu, tapi biaya tidak ada. Untuk kebutuhan sehari-hari saja masih banyak kekurangan.” Di tengah rasa sakit yang harus ditanggung, Bu Dewi hanya berharap bisa kembali berobat dan mendapatkan kesempatan untuk sembuh.
Pengobatan yang terhenti bukan karena Bu Dewi menyerah, tetapi karena keadaan yang belum memungkinkan. Kini, ia ingin kembali melanjutkan pengobatan dan berjuang melawan penyakit yang terus membesar di wajahnya. #KawanKebaikan, mari bersama ringankan beban Bu Dewi. Ulurkan bantuan terbaik agar Bu Dewi memiliki kesempatan untuk kembali berobat dan terus memperjuangkan kesembuhannya.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |