“Sering banget di-cancel penumpang, begitu lihat kondisi saya. Katanya takut jatuh, takut saya nggak kuat,” ucap Mang Ewoy lirih. Di bawah terik aspal Kabupaten Sumedang, Mang Ewoy tetap memutar gas motornya setiap hari. Kaki kanannya sudah tak utuh, hanya tersisa lutut yang dibalut kain hitam. Namun keterbatasan itu tak memadamkan tanggung jawabnya sebagai ayah dan suami. Ia terus melaju, karena ia tahu, jika berhenti bekerja, keluarganya tak tahu harus makan dari mana.

Beberapa tahun lalu, hidup Mang Ewoy berubah drastis. Saat dalam perjalanan pulang, sebuah sedan dari arah berlawanan melindas motornya. Tubuhnya terpental, dan tulang kaki kanannya hancur parah. Setelah berbulan-bulan berjuang, dokter terpaksa mengambil keputusan berat: amputasi kaki demi menyelamatkan nyawanya. Bukan hanya kaki yang hilang, tapi juga rasa percaya diri dan keyakinan untuk kembali bekerja.
Namun waktu tak bisa menunggu. Anak dan istri tetap membutuhkan nafkah. Dengan sisa keberanian, Mang Ewoy kembali ke jalanan sebagai ojek online. Setiap order yang masuk menjadi secercah harapan, meski sering kali dibatalkan begitu penumpang melihat kondisinya. Hari-hari tanpa pemasukan kerap ia lalui. Yuk bantu Mang Ewoy, donasimu hari ini bisa menjadi penguat langkahnya, agar ia tetap bisa bekerja dengan aman, bermartabat, dan terus menghidupi keluarganya.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |