Di saat banyak lansia menikmati masa tua bersama keluarga, Kakek Yakup justru harus berjuang seorang diri untuk bertahan hidup. Di usia 86 tahun, beliau mengalami kebutaan total dan hanya mengandalkan tongkat untuk meraba jalan yang dilaluinya. Setiap pagi, Kakek Yakup berjalan menyusuri jalanan dan perkampungan di Julok, Aceh Timur, membawa kerupuk dagangan yang bukan miliknya sendiri dengan harapan ada pembeli yang singgah.

Perjuangan itu tidak mudah. Jalanan yang dipenuhi debu membuat perjalanan Kakek semakin berat. Kerupuk yang dibawanya sering kali tidak laku terjual. Dari setiap bungkus kerupuk, Kakek hanya mendapat keuntungan sekitar Rp2.500. Bahkan tidak jarang beliau pulang dengan keranjang yang masih penuh dan tanpa membawa cukup uang untuk kebutuhan sehari-hari. Di usia yang sangat renta dan tanpa penglihatan, Kakek Yakup masih harus berjalan jauh setiap hari hanya untuk memastikan dirinya bisa makan esok hari.
Hari ini, Kakek Yakup membutuhkan uluran tangan kita. Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, membantu biaya kesehatan, serta memberikan modal usaha yang lebih layak agar beliau tidak lagi harus berjuang sendirian di usia senjanya. Mari bersama menjadi harapan bagi Kakek Yakup. Yuk, sisihkan rezeki terbaikmu dan ajak #KawanKebaikan untuk membantu meringankan perjuangan beliau.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |