Abah Awih (73) berdiri di pinggir jalan sambil memegang satu ikat sutil dagangannya. Tangannya gemetar, penglihatannya tinggal setengah, mata kanan buta total dan mata kiri mulai buram. Sudah lebih dari 20 tahun ia berjualan keliling, namun kini tubuhnya tak lagi sekuat dulu. Asam urat membuat setiap langkah terasa nyeri, dan tak jarang Abah pulang dengan kaki bengkak serta napas tersengal karena seharian tak satu pun dagangan laku.

Keuntungan yang Abah dapat sangat kecil. Sutil dan serok hanya memberi untung belasan ribu rupiah, bahkan sering kali tak cukup untuk ongkos pulang ke rumahnya di luar kota. Saat uang tak ada, Abah terpaksa menumpang tidur di rumah saudara yang sempit. Di rumah, istrinya juga masih berjualan keliling dengan penghasilan terbatas. Tiga cucu mereka masih sekolah dan membutuhkan biaya, sementara kebutuhan harian sering kali tak terpenuhi.

Di tengah tubuh yang makin rapuh, Abah pernah ditabrak mobil, kehilangan sebagian jari, hingga ditipu saat berjualan. Namun Abah tak pernah berhenti berharap. Ia hanya ingin keluarganya hidup lebih layak, cucunya tetap sekolah, dan istrinya bisa berhenti berjualan agar tak terus kelelahan. Uluran tangan Anda hari ini bisa menjadi penopang langkah Abah agar tetap bertahan hidup dengan martabat.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |