Di saat banyak orang seusianya menikmati masa tua, Abah Atang Wahyu (63 tahun) masih harus mengayuh becak setiap hari demi menyambung hidup. Sejak pagi hingga sore, ia menunggu penumpang di pinggir jalan dengan harapan bisa membawa pulang uang untuk membeli beras. Namun kenyataannya, tak jarang Abah Atang harus pulang dengan becak kosong tanpa memperoleh penghasilan sama sekali.

Penghasilan Abah Atang yang berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000 per hari pun belum tentu didapat setiap hari. Saat tidak ada penumpang, sang istri, Ibu Yati, ikut berjuang dengan memulung barang-barang bekas di jalan agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi. Ada hari-hari ketika Abah Atang pulang tanpa membawa uang sepeser pun, sementara istrinya harus memungut barang bekas demi memastikan keluarga mereka tetap bisa makan.
Abah Atang memiliki harapan sederhana, yaitu memiliki usaha kecil agar tidak lagi bergantung pada becak yang semakin sepi penumpang. Bantuan dari #KawanKebaikan akan digunakan sebagai modal usaha sehingga Abah Atang dan istrinya dapat memperoleh penghasilan yang lebih layak di usia senja. Mari hadirkan harapan baru untuk mereka. Ulurkan tangan terbaikmu dengan berdonasi dan bantu Abah Atang menjalani sisa hidupnya dengan lebih tenang dan bermartabat.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |