Di Kampung Wae Bo, Manggarai Barat NTT, Bu Imelda Syarifah menjalani hidup penuh perjuangan setelah ditinggal sang suami dua tahun lalu. Kini ia harus merawat dua anaknya seorang diri yang lahir dengan kondisi tidak normal. Videlis (7 tahun) hanya bisa terbaring lemah dan tidak mampu berdiri sendiri, sementara sang adik Alvan (3 tahun) juga mengalami kondisi serupa. Untuk makan, mandi, hingga berpindah tempat, kedua anaknya masih harus dibantu sepenuhnya oleh sang ibu.

Setiap hari Bu Syarifah bekerja di warung makan milik tetangga dengan upah hanya Rp18 ribu per hari. Penghasilan itu jauh dari cukup untuk membeli susu, popok, vitamin, dan biaya berobat anak-anaknya. Bahkan untuk makan sehari-hari pun mereka sering kesulitan. Saat tidak ada uang, Bu Syarifah dan anak-anaknya hanya makan nasi dengan garam agar bisa bertahan hidup. Di tengah perjuangan itu, ia juga harus menerima hinaan dari sebagian orang yang menyuruhnya membuang anak-anaknya karena dianggap hanya menjadi beban. Saat orang lain meminta anak-anaknya dibuang, Bu Syarifah hanya bisa menangis sambil memeluk kedua buah hatinya yang setiap hari ia rawat penuh kasih sayang.
Melalui program ini, kami mengajak #KawanKebaikan untuk membantu meringankan perjuangan Bu Syarifah dan kedua anaknya. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan susu, popok, vitamin, pengobatan, biaya hidup sehari-hari, dan pemeriksaan kesehatan agar anak-anaknya mendapatkan perawatan yang lebih layak. Mari hadir menjadi harapan baru bagi keluarga kecil ini agar mereka tidak lagi bertahan hidup hanya dengan nasi dan garam. Klik tombol donasi sekarang dan bantu Bu Syarifah menjaga kedua anaknya tetap kuat menjalani hidup.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |