Bu Mimin usianya sudah 69 tahun, tapi harus menahan rasa perih setiap hari. Luka di matanya kini semakin terbuka dan terus mengeluarkan darah akibat kanker yang semakin ganas. Semua berawal dari tahi lalat kecil yang membesar setelah terbentur, namun karena keterbatasan biaya, tak sempat ditangani hingga akhirnya merusak bagian mata. Kini, penglihatannya terancam hilang jika tidak segera dilakukan tindakan medis.

Di tengah kondisi yang semakin memburuk, Bu Mimin tetap berjuang seorang diri. Setiap hari ia berkeliling menjajakan kopi dan roti dengan penghasilan sekitar Rp10.000–Rp15.000. Uang itu pun harus diputar kembali untuk modal jualan, sementara kebutuhan makan dan biaya berobat terus menghimpit. Saat rasa sakit tak tertahankan, ia hanya mampu mengompres dengan air hangat, karena tak ada biaya untuk perawatan yang layak.

Meski hidup dalam keterbatasan, Bu Mimin tak pernah menyerah. Ia terus berusaha agar bisa bertahan dan melanjutkan pengobatan. Namun kini, kondisinya semakin mendesak, operasi menjadi satu-satunya harapan untuk menyelamatkan penglihatannya. Orang Baik, mari kita bantu Bu Mimin agar bisa segera mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan. Sedikit bantuan dari kita bisa menjadi harapan besar untuk kesembuhannya.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |