Adiba adalah anak kecil yang sejak lahir harus berjuang melawan mikrosefali, epilepsi, dan cerebral palsy. Di usianya yang masih sangat kecil, Adiba sering mengalami kejang terutama saat malam hari atau ketika tubuhnya demam. Sang ibu, Bu Imas, hanya bisa menangis melihat anaknya terus kesakitan sementara keterbatasan ekonomi membuat pengobatan Adiba belum terpenuhi dengan baik. Untuk bertahan hidup, Bu Imas berjualan makanan dari rumah dengan keuntungan sekitar Rp15 ribu per hari, sedangkan ayah Adiba bekerja serabutan di bangunan dan sawah.

Setiap malam menjadi waktu yang paling berat bagi keluarga kecil ini. Adiba sering menangis tanpa henti karena menahan sakit hingga pernah tidak tidur selama hampir satu minggu. Bu Imas hanya bisa memeluk anaknya sambil menahan rasa bingung karena biaya terapi, CT scan, obat, dan vitamin tulang mencapai puluhan juta rupiah. “Saya cuma ingin Adiba tidak kesakitan lagi… tapi untuk bawa dia berobat saja saya sering tidak punya uang,” ucap Bu Imas lirih. Di tengah kondisi itu, Adiba hanya mendapatkan pengobatan seadanya karena penghasilan keluarga sering kali bahkan tidak cukup untuk makan sehari-hari.
Melalui program ini, kami mengajak #KawanKebaikan untuk membantu perjuangan Adiba agar mendapatkan terapi, pengobatan, dan nutrisi yang layak. Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan medis Adiba serta membantu meringankan beban keluarganya. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan sangat berarti untuk menghadirkan harapan baru bagi Adiba agar bisa hidup lebih nyaman tanpa terus menahan sakit. Yuk, bantu Adiba berjuang melewati hari-harinya dengan klik donasi sekarang!
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |