Di usia 77 tahun, Abah Wawan masih harus berjalan dari pagi hingga siang demi memastikan ada makanan hari ini. Setiap hari ia berkeliling menjajakan opak elot, bukan miliknya sendiri. Dengan penghasilan yang sangat tidak menentu. Kadang hanya Rp10.000-Rp20.000, sesekali Rp40.000 jika beruntung. Tidak jarang dagangannya tak laku sama sekali, dan Abah hanya bisa berharap pada pemberian orang lewat untuk makan bersama istrinya.

Di rumah, Abah hidup bersama istrinya yang juga sedang sakit akibat pernah tersiram air panas. Abah sendiri sering terjatuh saat berdagang, tangannya nyeri berkepanjangan, dan pendengarannya hampir hilang sepenuhnya akibat kerja berat bertahun-tahun. Kondisi rumahnya pun memprihatinkan, tiang mulai rapuh, dapur kayu perlahan runtuh, dan setiap hari ada rasa khawatir apakah rumah itu masih aman ditempati.

Meski memiliki enam anak, di masa tuanya Abah nyaris berjuang sendiri. Bantuan jarang datang dan tidak menentu. Impian Abah dan istrinya sederhana: memiliki warung kecil agar tak perlu lagi berjalan jauh, bisa makan dengan layak, dan berobat agar Abah kembali mendengar. Yuk jaga Abah Wawan di usia senjanya. Donasimu akan digunakan untuk kebutuhan pangan, pengobatan, perbaikan rumah, dan modal usaha kecil agar Abah bisa hidup lebih aman dan bermartabat.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |