Abah Pepen (70) setiap hari berkeliling menjajakan poster dan es potong dari pagi hingga tengah malam. Dagangannya sering sepi sehingga Abah hanya membawa pulang sekitar Rp50.000 per-hari, bahkan pernah hanya Rp25.000. Sejak istrinya meninggal pada 2019, Abah hidup seorang diri di rumah kecil yang tidak memiliki dapur maupun kamar mandi. Untuk kebutuhan mandi dan buang air, Abah harus menumpang ke tempat lain.

Penghasilan Abah yang tidak menentu harus dibagi untuk modal jualan, ongkos, dan makan sehari-hari. Jika dagangan tidak laku, Abah memilih berjalan kaki agar tetap bisa membeli makanan. Kondisi tubuhnya pun semakin lemah. Ia pernah sakit selama dua bulan hingga tidak bisa berjualan dan hanya mengandalkan bantuan tetangga. Meski hidup dalam keterbatasan, Abah dikenal ringan tangan dan tetap membantu orang lain yang lebih membutuhkan.

Di usia senjanya, Abah hanya berharap bisa tinggal di rumah yang lebih layak dan memiliki modal usaha kecil agar tetap mandiri. Dukungan dari Kita dapat membantu memenuhi kebutuhan harian Abah, memperbaiki tempat tinggalnya, serta memberikan modal usaha agar Abah bisa menjalani hidup dengan lebih aman dan bermartabat.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |