“Setiap kali mendorong sepeda, ada harapan kecil di mata Abah, semoga ada yang beli pintu hari ini…” Kalimat sederhana itu menggambarkan keseharian Abah Kanan. Di bawah terik matahari yang menyengat, ia berhenti sejenak di samping sepedanya. Plastik air minum yang tersisa bukan diminum, melainkan dibuka untuk membasahi kepalanya yang terasa terbakar. Dua pintu kayu terikat erat di sisi sepeda, namun hingga siang hari berlalu, belum satu pun yang laku.

Hari-hari Abah Kanan dihabiskan dengan mendorong sepeda keliling kampung, menjajakan barang berat yang tak setiap orang butuhkan. Setiap langkah terasa makin berat, bukan hanya karena panas dan usia yang menua, tapi juga karena sepinya pembeli. Tak jarang Abah pulang dengan wajah letih dan harapan yang kembali ia simpan untuk esok hari.

Meski begitu, Abah Kanan tak pernah berhenti berusaha. Ia terus mendorong sepedanya, menggantungkan hidup pada pintu-pintu kayu yang ia jual dengan penuh kesabaran. Kerabat, mari ringankan langkah Abah Kanan. Uluran tanganmu bisa menjadi harapan agar ia tak lagi pulang dengan tangan kosong, dan hari-harinya tak selalu dihabiskan menantang panas demi sekadar bertahan hidup.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |